Tawur Kesanga Jelang Nyepi 2026
Setelah Melasti di Bandengan Jepara, umat Hindu melanjutkan rangkaian kegiatan spiritual menjelang Nyepi. Pada hari Rabu 18 Maret 2026, bersama umat Hindu Kudus dan ribuan umat lainnya berkumpul di Candi Prambanan untuk mengikuti Tawur Agung Kesanga Nasional. Kegiatan ini jadi momen penting penyucian alam sekaligus penguatan spiritual dan persaudaraan antar umat. Ditampilkan pula nuansa budaya seperti sendratari dan pawai ogoh-ogoh, simbol pelepasan energi negatif sebelum masuk ke hari hening Nyepi.
Sebagian umat melaksanakan mecaru di Pura Kertha Buana Pati, yang dihadiri oleh tokoh Budha, Edy Siswanto atau dikenal dengan Edy Kubota sekaligus mengucapkan selamat Hari Raya Nyepi. Sedangan di Pura Segara Buana Jaken, rangkaian upacara dilaksanakan bersama Umat Hindu Rembang.
Nyepi sendiri (19 Maret 2026) jadi momen refleksi total—hening, tanpa aktivitas, untuk kembali menata diri dan menjaga keseimbangan hidup.
Saat Nyepi, umat Hindu menjalankan 4 pantangan utama:
- Amati Geni (tidak menyalakan api/listrik) yang bermakna untuk mengendalikan hawa nafsu & amarah
- Amati Karya (tidak bekerja) untuk memberi waktu untuk refleksi diri
- Amati Lelungan (tidak bepergian) agar fokus ke dalam diri, bukan dunia luar
- Amati Lelanguan (tidak hiburan) dengan tujuan menenangkan pikiran dan batin
Nyepi bukan sekadar “sepi”, tapi momen restart hidup—hening untuk menemukan keseimbangan baru. Semoga melalui keheningan Nyepi, kita semua diberi kejernihan pikiran, kedamaian hati, serta kekuatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjaga harmoni dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta.
#Nyepi2026 #TawurAgung #Melasti #UmatHinduPati #KarmaDupa

Komentar
Posting Komentar