Abhiseka Candi Prambanan 2025: Kebangkitan Bhakti & Warisan Hindu Nusantara
Pada tanggal 12 November 2025, upacara sakral Candi Prambanan di selenggarakan dengan khidmat. Umat Hindu dari berbagai daerah — termasuk dari Pati, Kudus, Jepara, Blora, berkumpul dalam kebersamaan yang penuh rasa keagungan dan persaudaraan. Upacara dibuka oleh Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat, Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya pelestarian warisan budaya dan kerukunan antar-umat sebagai pijakan dharma umat Hindu di Nusantara
Arti & Makna
Istilah abhiseka berasal dari bahasa Sanskerta yang bermakna “penyucian” atau “penahbisan”. Dalam konteks upacara candi, abhiseka menjadi tindakan ritual untuk menyucikan, menguatkan spiritualitas tempat suci, sekaligus memperkuat ikatan antara umat dengan leluhur, alam, dan nilai-nilai dharma. Di Candi Prambanan, abhiseka tidak sekadar ritual simbolik, melainkan juga pengingat akan peran candi sebagai saksi sejarah, sebagai media pemersatu umat Hindu dari berbagai daerah, dan sebagai panggilan untuk menjaga kelestarian budaya.
Upacara ini merupakan wujud nyata bahwa keberadaan candi bukan hanya monumen masa lalu, melainkan juga ruang hidup bagi umat → ruang bhakti, ruang kebersamaan, ruang refleksi atas tanggung-jawab keagamaan dan sosial.
Abhiseka di Candi Prambanan bukan hanya sebuah upacara rutin, namun panggilan untuk memperkuat identitas, menghidupkan warisan, dan mengukuhkan komitmen bersama menjalankan dharma di era modern. Semoga Abhiseka ini bisa menjadi momentum kebangkitan spiritual dan kebudayaan umat Hindu di Jawa Tengah dan Indonesia.
#AbhisekaPrambanan2025 #CandiPrambanan #UmatHinduJateng #PHDIPusat #WisnuBawaTenaya #PHDIPati #PHDIKudus #PHDIJepara #PHDIBlora #HinduNusantara #PelestarianCandi #BhaktiUntukNusantara #DharmaLestari #KebanggaanHindu
Komentar
Posting Komentar