Stunting Bukan Takdir, Cegah dengan Gizi dan Dharma


Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kurang gizi dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Anak yang mengalami stunting tidak hanya lebih pendek, tetapi juga berisiko mengalami gangguan kecerdasan dan kesehatan. Ini menjadi ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa, termasuk di Kabupaten Pati.

Sebagai bentuk komitmen lintas sektor maka pada tanggal 31 Juli 2025, Pemerintah Kabupaten Pati menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Perubahan Perilaku dalam Penurunan Stunting Lintas Agama yang melibatkan berbagai tokoh lintas iman, termasuk Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Pati.

PHDI Pati memiliki peran strategis dalam menyampaikan nilai-nilai dharma kepada umat Hindu, agar peduli terhadap pemenuhan gizi anak dan pola hidup bersih. Dalam ajaran Hindu, anak adalah putra amerta – titipan suci yang harus dijaga secara lahir dan batin. Perhatian pada gizi ibu hamil, menyusui, serta anak balita merupakan bagian dari dharma keluarga.

Pesan yang dapat disampaikan PHDI kepada umat Hindu antara lain:

- Memberikan pemahaman bahwa pemenuhan gizi dan kebersihan adalah bagian dari seva (pelayanan suci) kepada anak,

- Mencegah pernikahan dini demi kesehatan calon ibu dan generasi berikutnya,

- Mendukung kegiatan posyandu, konsultasi kesehatan, dan edukasi gizi,

- Mengaitkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan prinsip tri hita karana, khususnya harmoni dengan sesama dan diri sendiri.

Dengan pendekatan religius yang membumi dan menyentuh hati, PHDI dapat menjadi penggerak perubahan di tingkat keluarga dan banjar. Dharma menjaga anak adalah jalan untuk mewujudkan generasi Hindu yang sehat, cerdas, dan berakhlak.


#cegahstunting #phdipati #setdapati

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Abhiseka Candi Prambanan 2025: Kebangkitan Bhakti & Warisan Hindu Nusantara

Umat Hindu Pati Dukung Gerakan Cegah Stunting: Dari Ajaran Suci Menuju Generasi Sehat dan Berkualitas

Jelang Nyepi, Pura di Pati Jadi Ruang Kerukunan